Surat-surat Malam kepada Sitor Situmorang

Blogroll, Uncategorized

Surat-surat Malam Kepada Sitor Situmorang

Bung Sitor Situmorang
Ada masa dalam revolusi itu
Catatan-catatnmu muda bergelora
Di atas kertas kau rekonstruksi Longmarch

Dan di tahun-tahun setelah 1965
Penjara atas pena tak meluluhlantakkan semangatmu
Menulis adalah angkat senjata
Revolusi yang membawamu pergi bersama imigrasi burung-burung

Di musim dingin
Eropa yang menggigil
Kau gelorakan tinta yang beku
Jadi lumer ke dalam tulisan-tulisanmu
Menjadikan musim semi lebih awal datang
Persemaian pemikiran-pemikiran yang membebaskan
Musim gugur para syuhada
Dan…panasnya revolusi diguyur sejuk cinta

Angkatan 45 terakhir
Penyaksi gelora 17 Agustus
Di musim dingin
Eropa yang menggigil, obrolan exil jadi syair sepi
Sementara itu bangsa Indonesia terus digerogoti royan revolusi
Kau ajarkan kepada Eropa sastra revolusi
Obat rindu pada gelora perjuangan 1945, proklamasi benteng kebangsaan

Di usia remajaku, bersama Rahung Nasution dan kawan kawan
Dibakar syair-syairmu
Melahirkan antologi puisi “Becak”
Lantas kelahiran berikutnya “Kamar Gelap”

Kami membayangkan penjara
Kami membayangkan sastrawan angkat senjata
Pena dan kertas
Menghempaskan kerangkeng bui dan borgol

Lantas kami ciptakan aliran kami sendiri
Kesenian Romantis Revolusioner
Syair-syairmu melahirkan anak-anak panah
Ujung mata pena sembilu

Kau menghadapi jaman yang tak mau paham karyamu
Dari pesisir danau toba yang biru
Pernah suatu ketika ku duduk di bawah Tongging
Ngopi di Tuk Tuk
Bercengkrama dengan kabut yang turun dari tebing-tebing Samosir
Riak-riak kecil menepi
Dan gerimis yang jatuh berbias pelangi

Kini kau dihantarkan rembulan
Rembulan di atas kuburan
Tetapi belum sampai di malam lebaran, Sitor sayang

Ah…malam ini di langit Jakarta Selatan
Hanya gemuruh terdengar
Tetapi hujan tak jua jatuh
Padahal tanah kering merindu
Sastramu

Bagiku, syair-syair dari negeri-negeri jauh yang kau tulis
selalu mengingatkanku pada jendela
Penginapan yang asing di negeri asing
Pada perayaan-perayaan festival yang gemuruh

Selamat jalan Sitor Situmorang…

Iklan