Usmar Ismail, Tan Malaka dan Platform Baru Distribusi Film Indonesia

Uncategorized

Guys… dalam rangka memperingati Hari Film Nasional perhimpunan pelajar dan mahasiswa Indonesia di Belanda mengadakan pemutaran film Maha Guru Tan Malaka dan diskusi khusus membahas peranan Tan Malaka dan KH Hasyim Asyari dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia hingga merdeka. Acara putar film ini diselenggarakan di Universitas Van Amsterdam, negeri Belanda.

Sehari sebelumnya, guys.. pada tanggal 29 Maret malam hari pukul 20.00 wib, film Dokumenter berjudul “Maha Guru Tan Malaka” diputar perdana di Gazebo Literasi, Malang, Jawa Timur untuk memeriahkan peringatan hari Film Nasional. Antusias publik penonton terasa dari kunjungan yang membludak. Sekitar seratusan penonton berkumpul dalam 2 gelombang sesi pemutaran yang disertai dengan diskusi. Kedua kegiatan tersebut mengawali road show film Maha Guru Tan Malaka ke seluruh Indonesia.

Ini merupakan awal yang menggembirakan untuk program roadshow yang kami selenggarakan untuk memeriahkan hari film Nasional 29 Maret 2018. Pada road show pertama di Gazebo Literasi para penonton menyumbangkan uang sukarela sebesar 365.000 rupiah sebagai modal awal kami dalam usaha melanjutkan proses pembuatan film Layar lebar berdurasi 73 menit, sebagai kado untuk merayakan 73 tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2018 tahun ini.

Tentu pengalaman ini merupakan pengalaman berharga bagi saya sebagai filmmaker untuk belajar mendistribusikan film dengan jalur independent. Kami menyebut kegiatan ini sebagai road show Merdeka 100 %. Oleh karena kemerdekaan pembuat film dan kemerdekaan penontonnya menjadi semangat untuk menjadikan film sebagai sarana belajar sejarah bersama.

Guys… Mengangkat tema Tan Malaka bukan suatu hal yang mudah. Banyak bangeeeet tantangannya, guys. Selain dana, juga tenaga, dan juga stigma komunis yang melekat pada sosok yang diberi gelar Pahlawan Nasional dan Bapak Republik Indonesia ini.

Hah?! Kalian pda belum tahu siapa Tan Malaka? Oohhh ok ok… ngga papa Guys… tahu ngga tahu kayaknya ga penting deh…. yang penting sekarang, kita mau ajakin kalian menziarahi sejarah super hero Indonesia yang keren ini.

Guys… Keinginan membuat film Tan Malaka telah terbersit sejak duduk di bangku kuliah semester dasar Institut Kesenian Jakarta. Bagi saya pribadi, Tan Malaka adalah sosok yang menarik untuk difilmkan dan menjadi isnpirasi Indonesia.

Eeehhh… bentar bentar… iya baru inget kalok banyak yang belum tahu ya siapa Tan Malaka itu? Hihihi… jadi kepo yeeee?

Guys… Bapak Tan Malaka itu seorang guru, pendidik untuk bangsa Indonesia. Bersama Ki Hajar Dewantara bahu membahu mendirikan sekolah untuk rakyat. Gratiiiissss guys!

Apa? Kualitas pendidikannya? Wahhh jangan ditanya guys? Indonesia merdeka ini juga perjuangan murid-murid aki Hajar dan Tan Malaka! Keren banget ya…

tan Malaka telah mendedikasikan hidupnya untuk perjuangan memerdekakan tanah jajahan Hindia Belanda dari cemgkeraman Imperialis Eropa, akan tetapi sejarahnya tertutup kabut misteri akibat stigma komunis yang melekat di kehidupannya.

Aku ga tahu guys, kenapa di era Pak Harto nama Tan Malaka dan sejarahnya seoralh terkubur jaman di tanah air yang beliau perjuangkan seumur hidup.

Film berjudul Maha Guru Tan Malaka ini merupakan film pendek berdurasi 33 menit. Film ini menceritakan tentang petualangan seru Marko (Rolando Octvio Purba, pelajar Indonesia di Paris) menziarahi sejarah Tan Malaka (seorang pelajar Indonesia di Haarlem, Belanda pada 1913-1919). Dalam petualangan itu Marko memasuki lorong waktu masa lalu. Melalui Harry A Poeze yang menceritakan kisah Tan Malaka berikut arsip arsip Tan Malaka yang berada di Haarlem dan Leiden. Guys, tahu gak gimana caranya ya kalok peristiwa sudah terjadi, ga ada dokumentasinya? Nah… ini nih, animasi jadi solusinya. And di film Maha Guru Tan Malaka ini, ada animasinya lhoh!

Platform Baru Distribusi Film

Guys, kayaknya aku dapat inspirasi nih setelah dua pemutaran film kemarin. Pengumuman lewat sosial media; website, dan kanal-kanal digital ternyata efektif yesss.

Permintaan memutat film di berbagai daerah segera memenuhi email, inbox, sms setelah teaser dan poster film Maha Guru Tan Malaka aku posting di Fb.

Koordinasi roadshow jadi lebih ringan dan asyik. Ini menarik ya Guys ternyata manfaat sosial media sudah sedemikian baik hingga mengundang luber para peserta roadshow.

Guys, aku pengen ketemuan sama kalian semua yang suka nonton film. Kemarin kan hari Film Nasional 29-30 Maret ya kan Guys. Nahhh kenapa sih hari itu jadi hari film?

Kalok menurut dosen ku dulu waktu kuliah di IKJ ( Institut Kesenian Jakarta ) tanggal itu adalah hari dimana Usmar Ismail shooting film Darah dan Doa! Masih hitam putih lho guys filmnya, lagi pula ngga pake digital kayak kita guys… ribet dah pokoknya kalok lihat shootingnya jaman Usmar Ismail. Tahu seluloid, guys? Iya pita film kayak punya nenek dan kakek itu… analog era guys… ribet.

Bayangin ya, ribey begitu masih aja mau bikin film, tapi keren guys! Film itu jadi jejak visual dan audio pada masanya, kisah yang dekat dari pelaku perang kemerdekaan. Usmar Ismail itu guys, bukan hanya bikin film, tapi angkat senjata membela tanah air Republik Indonesia yang diproklamirkan Bung Karno dan Bung Hatta pada 17 Agustus 1945!

Yesssss… trus hubungannya sama Tan Malaka apa? Soal prinsip nih guys, mereka sama sama keras kepala. Banyangin ya… itu di deket stasiun Cikini Jakarta pusat kan ada Bioskop Megaria, pada jaman itu Usmar gaplokin pemilik bioskopnya gara gara nggak mau nayangin filmnya Usmar atawa film Indonesia. Nahhhh… tuhhh kan… emang keterlaluan sih pemilik bioskopnya, masak nggak mau putar film Indonesia? Itu cerita dari dosen-dosenku guys.

Nih soal distribusi alternatif, aku lagi belajar nih guys, nggak sama sih sama Usmar yang gaplokin pemilik bioskop. Aku mau belajar roadshow filmku, guys. Kenapa? Yaaahhh kayak Tan Malaka lah bisa dekat sama penonton. Dan sekaligus mau mohon doa dan restu penonton buat nyelesaikan layar lebarnya, guys…

Nah platform distribusi melalui roadshow dan jejaring komunitas ini sebenernya udah pernah aku lakukan dulu jaman kuliah, namanya Sinema Ngamen. Sekarang nih aku kangen muter film road show menyambangi penonton. Guys, tunggu di kotamu yesssss…

Bung Usmar semangat banget membangun film Indonesia, Tan Malaka semangat banget jadikan Indonesia merdeka dan jadi inspirator Bung Karno dan tokoh-tokoh legendaris para super hero Indonesia di era revolusi 1945.

Nah semangat mereka itu guys jadi inspirasi untuk tidak menyerah mencoba sesuatu yang baru dan membangun. Semoga platform baru roadshow dan distribusi melalui sosial media digital ini dapat dilancarkan dan mendapatkan barokah dari Gusti Allah Maha Pengasih dan Penyayang ya guys!

Jangan nonton teasernya doang, guys… abis nonton trus hubungi Panitia Roadshow Merdeka 100%. Yuuuuk…

Panitia Roadshow: Panji Nandiasa Mukadis, nih nomernya +62 813 10122404 . Okey ya guys silahkan dihibungi. Terimakasih guys sampainjumpa di sinema!

Salam hangat

Iklan

Satu pemikiran pada “Usmar Ismail, Tan Malaka dan Platform Baru Distribusi Film Indonesia

  1. Uwihh mantap. Kita di Cilegon bisa mengajukan diri untuk didatangi roadsownya merdeka 100%nya tidak ya? Semoga bisa, dikontek dulu ah panitia roadshownya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s