Rue Spontini

Uncategorized

Jakarta hujan…

Seperti gerimis yang jatuh pada teras teras bangunan di sepanjang Rue Spontini.

Di kaca yang menyublim aku melihat tanaman kering, berdialog dengan nasibnya sendiri. Klue di dalam penjaranya, menyambut musim dingin yang segera tiba.

Jakarta hujan…

Seperti gerimis yang jatuh membasahi dinding dinding bangunan di sepanjang Rue Spontini

Langkah kecil kakiku menapaki jalanan Paris, tersesat tak tahu di mana?

Di bulan November yang terasa beku…

Aku merindukannya…

Sungai Sein dan dingin baja Eifel,

Etalase galeri dan gula-gula, warung kopi

Kesibukan Metro dan lorong-lorong stasiun, Republik dan restoran China,

Kopi di wadah styrofoam, dan warung bir di seberang George Pompidou.

Aku merindukan alunan ukulele dari asrama mahasiswa Indonesia

Yang menyelipkan kisah cintanya di antara deretan catatan tesis dan merindu tanah airnya… wajahnya ikut menyublim pada bayang-bayang kaca jendela yang tipis mengembun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s