Anak Tokyo Tidur di Bathub

25 Januari 2017

Sunshine Hotel,

Seoul, Korea Selatan,

19 Agustus 2011

Ini kisah tentang pemuda asal Jepang. Perawakannya kurus, rambutnya panjang di bawah bahu, jalannya santai kayak naga lapar, kemana-mana menyandang tas dan menjinjing tas kresek besar. Isinya pakaian, botol minuman mineral, kotak kartu nama dan katalog film festival. Dia ramah pada setiap volunteer dan setiap pengunjung festival, ia mudah akrab dengan siapapun.

cindiiv

Kamera pocket yang dia kalungkan bersama dengan Badge Festival tidak pernah lepas dari lehernya, beberapa kali aku lihat dia dengan kamera pocketnya mejeng minta foto sama filmmaker atau juri.

Pemuda ini selalu memeriksa dengan detail isi katalog film festival. Pemuda ini menceritakan, dari katalog itulah dia mendapatkan informasi tentang siapa saja yang berada di dalam perhelatan ini. Itulah mengapa kemudian dia seperti sudah mengenal orang-orang yang dia ajak berfoto bersama. Itulah orang yang ia tahu dari katalog festival.

Pemuda ini jarang pegang gadget, ia tidak minum Sho Ju atau Bir, dia bebas dari alkohol. Aku lebih sering melihat dia minum Coca cola atau membawa air mineral berukuran besar. Ia nampak begitu menikmati festival film, namanya Tetsu Kono pemuda pecinta film dan festival tinggal di Tokyo.

Perkenalanku pertama kali dengan Tetsu terjadi di acara Cindi Hapy Hours setelah acara pembukaan. Pada malam pembukaan itu aku juga bertemu Vladimir Todorovic, orang yang serius itu kesan pertama kali yang aku dapat tentang dia.

Vladimir berasal dari Serbia dan kini menetap di Singapura sebagai deputi professor dan mengajar di Nanyang University (NTU). Pada malam pembukaan itu pula aku bertemu kawan yang pernah bertemu di Dubai, namanya Mun Jeong Hyun . Akhirnya kami yang baru bertemu ini begadang sampai pagi.

cindyi

Setelah acara Hapy Hours kami lanjut ngobrol di Café depan Sun Shine Hotel. Tetsu Kono bergabung di meja kami malam itu. Tetsu sangat gemar nonton film dan suka dengerin music. Tetsu dan Vladimir berbincang tentang musik. Tetsu menceritakan pengalamannya melakukan riset music di Brazil selama beberapa tahun. Kami berdiskusi tentang musik Amerika latin. Satu di antaranya adalah tentang Buena Vista Siocial Club. Herzog membuat film tentang mereka. Maaf, maksudku bukan Werner Herzog tetapi Wim Wenders pada 1999.

Tetsu banyak memiliki referensi pustaka maupun musik Amerika Latin. Aku senang mendengarkan Vladimir dan Tetsu berdiskusi. Tapi nampaknya pemuda dari Tokyo ini nggak terbiasa begadang, berkali-kali ia menguap. Memasuki dini hari dia sudah tertidur di meja. Aku dan Vladimir sampai membangunkannya saat mengakhiri obrolan Subuh itu karena café tutup.

Aku dan Vladimir berpisah dengan Mun yang pamit pulang ke rumahnya, sementara Tetsu terlihat kepayahan karena mengantuk. Aku bertanya di mana dia menginap. Dia bilang tidur di stasiun Kereta. Entah benar entah tidak, tetapi dia bercerita bahwa dia tidak menginap di hotel dan tidak menginap di rumah teman.

Aku mempersilahkan dia tidur di kamarku. Bisa jadi ini adalah kesalahan jika mengikuti prosedur sebagai perantau di negeri orang yang belum tahu tentang adat istiadanya. Tapi aku hanya berpijak pada alas an solidaritas dan kemanusiaan. Kota ini dingin, seorang pengelana festival film tak punya tempat tidur kecuali di stasiun. Dalam situasi Seoul yang dingin saat itu, apa salahnya berbagi ruangan untuk kawan yang tidak punya tempat tinggal.

Kami masuk ke Sunshine Hotel. Setelah membersihkan diri, aku langsung tidur, Tetsu dengan sopan meminta ijin kepadaku untuk boleh memakai kamar mandi. Aku mempersilahkan dia memakai kamar mandi dan akupun langsung take off ke negeri impian. Aku hanya tidur beberapa jam saja pagi itu, karena festival dimulai sejak pagi dan aku akan menghadiri beberapa acara.

cindiii

Aku kira pemuda Tokyo itu sudah bangun duluan dan pergi ke Festival, ternyata tidak. Aku terkejut ketika mendapati dia tertidur di bathub Ketika aku bangunin, dia sempat terkejut dan minta maaf berkali-kali. Aku tertawa ngakak karena baru kali ini melihat orang tidur di bathub dengan air masih merendam setengah badannya.

Tetsu bertanya kepadaku, “Daniel, kenapa kamu tertawa?”

Aku masih terpingkal-pingkal ketika menjelaskan kepadanya bahwa di Indonesia tidur semacam ini sungguh aneh. Dan mungkin di dunia ini tidak ada yang tidur seperti dirinya.

“Apakah saya melakukan kesalahan, Daniel?” Tetsu kembali bertanya kepadaku.

“No problem, Kawan. Ini hanya lucu dan seperti adegan yang berpotensi filmis”. Jawabku.

Dia mentas dari bathub. Aku bilang kalau aku akan menggunakan kamar mandi. dia membereskan diri. Aku menunggu sambil nonton televisi yang memutar tayangan propaganda Korea Selatan yang mengingatkan masyarakat pada sejarah perjuangan mereka.

Terbayang olehku, film televisi berseri yang dibintangi David Carradin, “Kung Fu”. Tetsu seperti tokoh di film itu yang sedang mendapatkan pelajaran dari gurunya, Master Po.

Master Po

Close your eyes. What do you hear?”

 Young Caine

I hear the water… I hear the birds…”

 Master Po

Do you hear your own heartbeat?” 

Young Caine

“No.”

Master Po

“Do you hear the grasshopper which is at your feet?”

Young Caine

“Old man…, how is it that you hear these things?”

 Master Po

Young man…, how is it that you do not?” 

 

I wanna tell to Tetsu the Kung Fu, “Tetsu, you hear the water flowing from the faucet to bathtub, and you do not do what that old man do not do. What is that?”

“Sleeping in the bathtub!”

***

cindiiii

Pagi ini aku mencoba menu sarapan Kimci. Aku sendiri seumur-umur baru pertama kali makan kimci. Perutpun jadi bermasalah. Sebelum berangkat ke acara festival, aku beberapa kali ke toilet menyelesaikan persoalan perutku. Kenyataannya, aku bisa “Makan” film Korea, tetapi untuk Kimci, aku butuh penyesuaian diri.

Tetsu pagi ini melanjutkan perjalanannya keliling acara festival. Dia akan menonton beberapa film dan foto-foto bareng dengan ikon yang ia cari. Aku sampaikan kepadanya, jika malam tiba dan dia tidak tahu di mana akan tidur, silahkan datang ke kamarku untuk istirahat.

Dia mengangguk, dan menghilang di tikungan jalan.

To be continued.:)*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: